Cara Membuat Anak Mandiri di Sekolah

Cara Membuat Anak Mandiri di Sekolah - Di Indonesia, sangat wajar bagi seorang anak muda untuk tinggal bersama orang tua ketika mereka belum menikah, dan itu tidak berarti mereka bukan anak-anak yang mandiri. Yang tidak normal adalah ketika orang tua masih harus menanggung biaya hidup mereka dan melakukan hal-hal yang seharusnya dapat mereka lakukan, seperti membersihkan rumah atau mencuci pakaian.

Ketika keluhan seperti di atas diucapkan oleh seseorang, pihak yang pertama bertanggung jawab atas situasi tersebut adalah orang tua. Ya, pasti ada yang salah dengan pengasuhan yang telah diterapkan sehingga harapan memiliki anak yang mandiri menjadi impian belaka.

Saya akui, saya bukan anak yang mandiri. Saya masih tinggal bersama orang tua saya karena faktor ekonomi. Karena saya orang tua tunggal, saya harus bekerja dan mengandalkan bantuan orang tua saya untuk menjaga anak-anak saya.

Tetapi saya juga tidak ingin selamanya bergantung pada orang tua saya dan mencoba menjadi anak yang mandiri sedikit demi sedikit, meskipun saya tinggal bersama mereka.
Saya berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai semua pengeluaran rumah tangga, termasuk cicilan kendaraan dan SPP anak-anak. Sangat membantu untuk menumbuhkan antusiasme dalam diri saya, bahwa saya bisa menjadi anak yang mandiri sepenuhnya tanpa bantuan orang tua suatu hari nanti.


Cara Membuat Anak Mandiri di Sekolah


Berikut Cara Cepat Membuat Anak Mandiri di Sekolah dan Tidak Manja



1. Ajari anak untuk mandiri sejak dini
Mencintai anak-anak tidak sama dengan memanjakan anak-anak, atau memberi dan melakukan semua yang mereka inginkan. Anda dapat mempraktikkan kemandirian pada anak-anak bahkan ketika mereka masih bayi.
Ketika mereka sudah cukup umur untuk bermain sendirian di rumah, biarkan mereka mengambil mainan yang mereka inginkan sendiri. Bertindak ketika dia sudah menyerah atau menangis karena dia tidak dapat mencapai mainan yang dia inginkan.

2. Mengetahui potensi anak sedini mungkin
Bantu anak-anak untuk mandiri dengan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Sedangkan harga diri atau kebanggaan bisa terwujud jika si anak bisa mencapai sesuatu berdasarkan potensi yang tersembunyi di dalam dirinya.

3. Latih anak Anda untuk mengambil keputusan
Lingkungan yang tidak aman dapat menyebabkan orang tua khawatir membiarkan anak-anak mereka bermain di luar dengan teman sebaya mereka. Meskipun bermain dengan teman sebaya diperlukan untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan membuat keputusan.
Misalnya, terkadang saya membiarkan anak bungsu saya, Hita (7), bermain teman-temannya di rumah. Meskipun saya tahu bahwa teman-temannya nakal dan suka menggertaknya, saya ingin dia belajar untuk membela diri dan bagaimana dia harus melakukannya ketika teman-temannya mengundang dia untuk melakukan hal-hal nakal.

4. Memberikan tugas ringan
Memberikan tugas-tugas sederhana seperti membuang bungkus makanan bekas ke tempat sampah atau membersihkan mainan sendiri dapat melatih anak-anak untuk bertanggung jawab. Anda bahkan dapat mengajarkan ini ketika mereka berusia 2-3 tahun dan menjadikannya kebiasaan.

Guru wali kelas anak saya menyarankan orang tua untuk membuat anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah (menyapu, mengepel, mencuci piring, dll.), Meskipun anak kami laki-laki. Dan saya sepenuhnya setuju dengannya karena saya dapat melihat sedikit kemandirian pada putra sulung saya, setelah saya menugaskan dia untuk membersihkan rumah pada hari libur.


*) Adrian at Vitamin Anak

P . R . O . M . O
Pembelian sampai Sabtu 16 November 2019

Harga 1 Botol Rp 65.000

Rp 52.000

Untuk pemesanan Nutrinext Lastabumin silahkan kirim
Nama, No HP, Alamat Lengkap, Jumlah btl
ke nomor HP atau klik nomor langsung untuk chat via WhatsApp

0823 1538 9009

Disclaimer : Tidak dianjurkan pemberian Nutrinext Lastabumin pada anak usia dibawah 1 tahun, penderita alergi madu dan ikan, ADHD, serta penderita diare. Nutrinext Lastabumin tidak menjamin kenaikan berat badan & daya tahan tubuh secara signifikan, Setelah mengkonsumsi Nutrinext Lastabumin, khasiat yang didapatkan setiap anak akan berbeda beda dikarenakan respon tubuh yang berbeda dari setiap anak.